Beberapa diantaranya seperti membekalinya dengan ilmu agama, mengikuti kursus keterampilan, hingga saat orang tuanya memutuskan untuk menerima pinangan dari kekasih anak perempuannya itu.
Kekasih Hendrianti Sahara Nasution bernama Edward Nurdin, seorang perwira dari korps penerbang AURI yang ternyata selisih 10 tahun lebih tua dari Yanti.
Meskipun demikian, mereka tetap menggelar pernikahan pada tahun 1970 silam dimana waktu itu usia Yanti baru menginjak usia 18 tahun.
Hal tersebut dilakukan dengan harapan terbaik supaya dapat mengobati trauma psikologis dari Yanti.
Walaupun sudah bertahun-tahun peristiwa itu berlalu, namun Hendriyanti mengaku tidak tahan saat mendengar ada suara keras.
Ia mengatakan bahwa suara keras itu mengingatkannya akan suara tembakan yang menggema di seluruh sudut rumahnya saat subuh berdarah, 1 Oktober 1965.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!