SketsaNusantara.id- Tidak dapat dipungkiri, bahwa kesultanan Demak adalah salah satu kerajaan yang mengubah sejarah Indonesia.
Kesultanan Demak, kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, didirikan oleh Raden Patah pada abad ke-16, beriringan dengan kemunduran Majapahit.
Pemimpin dari Kesultanan Demak Pertama, Raden Patah, merupakan putra raja Majapahit dari permaisuri beragama Islam.
Ia memimpin hingga 1518 sebelum tahta beralih kepada menantunya, Adipati Unus, yang dikenal sebagai Pangeran Sabranglor.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Film Legenda Nusantara, awal kejayaan Demak tidak bertahan lama, karena konflik internal mulai menggerogoti stabilitas kerajaan.
Kematian Adipati Unus memicu perselisihan dalam keluarga kerajaan, dan Sultan Trenggana yang diangkat sebagai sultan ketiga terlibat dalam intrik yang berujung pada pembunuhan Pangeran Sekar.
Pangeran Sekar, yang kemudian dikenal sebagai Pangeran Sekar Seda ing Lepen, tewas di tepi sungai akibat pengkhianatan.
Ketegangan semakin meningkat ketika Arya Penangsang, putra Pangeran Sekar, bertekad membalas dendam dengan dukungan Sunan Kudus.
Kematian Sultan Trenggana pada tahun 1546, akibat tusukan seorang anak yang menguping rapat, semakin memperumit keadaan.
Sultan Prawoto, sebagai pewaris tahta, berjuang untuk mempertahankan kekuasaan sebagai sultan keempat.
Dalam catatan Manuel Pinto, seorang penulis Portugis, Sultan Prawoto lebih fokus pada penyebaran Islam, namun gagal menjaga kendali atas wilayah yang mulai merdeka.