Kata "Wangi" sendiri bermakna harum, simbol yang menggambarkan jasa-jasa besar yang ia tinggalkan bagi keturunannya dan Kerajaan Sunda.
Setelah Sri Baduga Maharaja wafat, gelar Prabu Siliwangi terus diwariskan kepada raja-raja penerusnya.
Terdapat delapan raja yang menyandang gelar ini, dari Niskala Wastu Kancana hingga Suryakancana.
Sama seperti di Jawa, yang memiliki lima Prabu Brawijaya, Kerajaan Sunda pun memiliki delapan Prabu Siliwangi.
Namun, di antara mereka, Prabu Siliwangi VIII atau Suryakancana adalah yang paling dikenang karena perannya sebagai raja terakhir sebelum Pajajaran jatuh ke tangan Kesultanan Banten.
Meskipun ada perdebatan mengenai jumlah raja yang menyandang gelar Prabu Siliwangi, sosok ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan budaya Sunda.
Bagi banyak orang, Sri Baduga Maharaja adalah satu-satunya Prabu Siliwangi yang diakui, karena ia dianggap sebagai figur sentral yang mengharumkan nama Sunda di tengah konflik besar dengan Majapahit.
Namun, bagi sejarawan yang berpegang pada naskah-naskah kuno, gelar ini memang digunakan oleh beberapa raja lainnya.
Baca Juga: Dibangun oleh Raja Sanjaya di Tahun 732, Inilah Candi Gunung Wukir Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Perdebatan ini menunjukkan betapa pentingnya nama Prabu Siliwangi sebagai simbol kehormatan dan kekuasaan di tanah Sunda.
Terlepas dari perbedaan pandangan, Prabu Siliwangi tetap menjadi figur legendaris yang dihormati hingga saat ini. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!