SketsaNusantara.id - Resimen Tjakrabirawa atau yang dikenal dengan Pasukan Cakrabirawa tentu tak asing bagi masyarakat Indonesia.
Pasukan ini eksis di era tahun pemerintahan Presiden Soekarno, 17 tahun setelah Kemerdekaan RI.
Nama Pasukan Cakrabirawa tercatat dalam sejarah bangsa Indonesia sebagai salah satu resimen yang bertanggung jawab ke presiden.
Tugas dan fungsi pasukan ini ditetapkan langsung oleh Presiden Soekarno.
Cakrabirawa semakin ramai diperbincangkan karena dianggap memiliki kaitan erat dengan penghianatan Gerakan 30 September oleh Partai Komunis Indonesia.
Kejadian pemberontakan yang terjadi tahun 1965 itu mengakibatkan sejumlah perwira dan jenderal TNI gugur menjadi korban.
Baca Juga: Rumah Jenderal Ahmad Yani, Jadi Museum Bersejarah Mengenang Peristiwa G30S PKI
Namun, tidak semua pasukan Cakrabirawa berkaitan dengan PKI, tercatat ada penyusus yang masuk ke dalam resimen tersebut.
Bagimana perkembangan Resimen Tjakrabirawa? Berikut ini SketsaNusantara.id rangkum 6 fakta tentang pasukan yang dikaitkan erat dengan penculikan para jenderal Pahlawan Revolusi 1965.
1) Tanggal dan tujuan pembentukan
Berdasarkan Surat Keputusan Presiden atau Panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Nomor 211/Plt/1962, Resimen Tjakrabirawa dibentuk pada tanggal 6 Juni 1962.
Baca Juga: Profil Ahmad Yani, Jenderal Kesayangan Bung Karno yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI
Presiden Soekarno benar-benar meresmikan Pasukan Cakrabirawa pada 6 Juni 1963.