Baca Juga: Tidak Banyak yang Tahu, Kerajaan Paling Berpengaruh di Tanah Sunda: Bertahan sampai Beberapa Abad!
3. Kebijakan Politik yang Visioner
Sultan Ageng Tirtayasa dikenal sebagai pemimpin yang cerdas dan visioner, yang menjalin hubungan diplomatik yang kuat dengan berbagai negara serta melaksanakan reformasi internal untuk meningkatkan pemerintahan dan kesejahteraan rakyatnya.
4. Pembangunan Infrastruktur yang Mengesankan
Selama masa kejayaannya, Banten menyaksikan pembangunan infrastruktur yang signifikan, termasuk masjid, benteng, dan keraton.
Masjid Agung Banten, salah satu karya monumental, masih berdiri megah sebagai simbol kejayaan masa lalu.
Setelah lama kejayaannya, kesultanan Banten pun akhirnya mengalami kemunduran.
Kemunduran Kesultanan Banten dimulai pada akhir abad ke-17, ketika ketegangan internal antara Sultan Ageng Tirtayasa dan putranya, Sultan Haji, semakin memuncak.
Sultan Haji meminta bantuan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) untuk merebut kekuasaan dari ayahnya, yang mengakibatkan Banten mengalami kemunduran yang signifikan.
Perpecahan antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji mengganggu stabilitas internal Banten dan memfasilitasi dominasi VOC.
Dengan dukungan VOC, Sultan Haji berhasil menguasai Banten dan memberlakukan kebijakan yang merugikan Kerajaan.
Hal ini memperparah kemunduran ekonomi dan memperkuat ketergantungan pada kekuasaan kolonial Belanda.