Menurut catatan sejarah, pemberonyakan DI/TII di Jawa Tengah berhasil dipadamkan di bawah kepemimpinan Jenderal A. Yani dalam kurun waktu 3 tahun.
6. Mengamankan Pemberontakan PRRI 1958
Ahmad Yani pernah ditunjuk sebagai pemimpin Operasi 17 Agustus dengan tugas khusus untuk mengamankan daerah Sumatera Barat.
Saat itu terjadi pemberontakan atau gerakan oposisi pemerintah daerah terhadap pemerintah pusat yang disebut sebagai Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pada tahun 1958.
Berdasarkan catatan sejarah yang dituliskan Gamal Kumandoko dalam buku "Pahlawan dan Pejuang Nusantara", pemberontakan PRRI yang dipimpin Syafruddin Prawiranegara itu berhasil ditumpas dengan waktu yang sangat singkat yakni kurang dari satu bulan.
7. Berhasil Merebut Irian Barat dari Belanda
Pada tahun 1961, Jenderal A. Yani ditunjuk menjadi kepala staf Komando Operasi Tertinggi Pembebasan Irian Barat (KOTI Pemirbar) dalam upaya pemerintah memuluskan rencana operasi militee merebut kembali Irian Barat (kini disebut Papua Barat).
Operasi militer itu dilatarbelakangi sifat keras kepala pihak Belanda yang bersikeras tak ingin melepaskan Papua Barat kepada Indonesia.
Awalnya, Ahmad Yani yang merupakan utusan angkatan Darat bersama Brigjen Soeharto dibentuk dalan satuan yang disebut sebagai Gabungan Kepala Staf (GKS).
Kemudian, pada 19 Desember 1961, Sukarno mengeluarkan satu Komando pembebasan yang dinamakan Trikora (Tiga Komando Rakyat) dalam Operasi Trikora yang bertugas untuk merebut kembali Irian Barat dari Belanda.
Melalui operasi Trikora yang melibatkan aspek militer, diplomasi dan politik, serta perjuangan pasukan TN dalam melawan Belanda, akhirnya Indonesia berhasil merebut kembali Irian Barat pada tahun 1963.
8. Dinobatkan Sebagai Pahlawan Revolusioner saat Menumpas G30S PKI 1965
Sebagai anggota TNI yang bertugas menjaga stabilitas negara, Jenderal Ahmad Yani secara tegas menentang Partai Komunis Indonesia (PKI).
Menurutnya, militer harus netral dari berbagai ideologi politik, terlebih ideologi komunis yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dan pondasi bagi bangsa Indonesia.
Sikap Ahmad Yani yang berani menentang berbagai jenis gagasan PKI membuat sang Jenderal jadi target utama dalam kudeta kejam yang dilakukan oleh pasukan Cakrabirawa.