Pada 1 Oktober 1965 dini hari, segerombolan pasukan berseragam Cakrabirawa yang menerobos ke dalam rumah A. Yani yang berniat menangkap sang jenderal yang dikatakan akan dibawa menghadap Presiden Soekarno.
Namun, terjadi penolakan saat itu hingga A. Yani tewas ditembak di dalam rumahnya dan jasadnya dibuang ke Lubang Buaya yang berada di Kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur.
Jenazah Jenderal A. Yani kemudian dikebumikan di Taman Makam Pahlawan pada 5 Oktober 1965, bertepatan dengan hari ABRI ke-20 bersama para perwira lainnya yang ditemukan di Lubang Buaya.
Jenderal Ahmad Yani dikebumikan dalam satu upacara kebesaran militer dari Mabes AD menuju Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta dan sosoknya dinobatkan sebagai Pahlawan Revolusi yang masih dikenang hingga saat ini.
Begitu banyak prestasi dan jasa Jenderal Ahmad Yani sehingga namanya diabadikan sebagai nama jalan di beberapa wilayah Indonesia termasuk Surabaya, Surakarta atau Solo, dan Jakarta hingga diabadikan sebagai Bandar Udara yang berada di Semarang, Jawa Tengah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
MPR RI Cabut TAP MPRS, Nama Soekarno Bersih dari Tuduhan Orde Baru Atas Keterlibatannya dalam G30S PKI
Lama Tak Kelihatan, Amien Rais Kena Skak Mahfud MD Gara-Gara Jualan Isu PKI
Menguak Misteri Jalur Situbondo-Banyuwangi, Konon Penuh Aura Mistis dan jadi Saksi Bisu Pembantaian pada Masa G30S PKI
Kampung Kecil di Solo Ini Pernah jadi Tempat Persembunyian Tokoh PKI, Kisahnya Masih Lestari dan Legendaris Hingga Kini
Kenapa Disebut Pahlawan Revolusi? Pejuang Pemberontakan G30S PKI Punya Gelar Kehormatan yang Diakui Bangsa