jelajah

Cabang dari Kerajaan Galuh! Benarkah Hindu Bali Masih Satu Rumpun dengan Sunda di Masa Lalu?

Kamis, 12 September 2024 | 12:00 WIB
Kerajaan Galuh di tanah Sunda nenek moyang Hindu Bali. (X/@HarryMakertia)

 

SketsaNusantara.id- Agama Hindu yang menjadi mayoritas di Bali memiliki sejarah panjang yang menarik dan erat kaitannya dengan wilayah Sunda Galuh di Jawa Barat.

Ajaran Hindu Bali tidak hanya berakar dari ajaran Hindu yang datang dari India, tetapi juga memadukan unsur kepercayaan lokal yang sudah ada di masyarakat Bali.

Menariknya, sejarah ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Kerajaan Sunda Galuh, salah satu kerajaan besar di Tatar Sunda pada masa lampau.

Baca Juga: Mematikan pada Masanya, Meriam Cetbang Peninggalan Kerajaan Majapahit Jadi Bukti Canggihnya Teknologi Leluhur Nusantara

Pada abad ke-9, seorang Brahmana bernama Resi Markandeya disebut-sebut sebagai pembawa ajaran Hindu ke tanah Bali.

Namun, sebelum ajaran Hindu ini sampai ke Bali, ada kemungkinan bahwa ajaran tersebut terlebih dahulu melewati wilayah Sunda Galuh.

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @karuhunnusantara, dalam sejarah Sunda sendiri, terdapat tokoh bernama Resi Makandria yang tercatat dalam Lontar Carita Parahyangan.

Baca Juga: Pernah Terkubur Berabad-abad Lamanya, Candi Kedulan Peninggalan Kerajaan Medang di Yogyakarta Kini Kondisinya...

Ada dugaan bahwa Resi Makandria memiliki keterkaitan dengan Resi Markandeya, yang kemudian membawa ajaran Hindu ke Bali.

Masyarakat Hindu Bali meyakini bahwa Kerajaan Galuh merupakan asal muasal nenek moyang mereka.

Salah satu bukti penting dari hubungan ini adalah kisah pernikahan antara seorang putri dari Raja pertama Kerajaan Galuh dengan Raja Bali Kuno.

Baca Juga: Ada Gapura Kuno dari Abad ke-14, Candi di Mojokerto Peninggalan Kerajaan Majapahit Masih Kokoh Berdiri

Hubungan ini bukan hanya mempererat tali kekerabatan kedua kerajaan, tetapi juga menciptakan ikatan emosional yang kuat antara Sunda dan Bali.

Halaman:

Tags

Terkini