SketsaNusantara.id- Agama Hindu yang menjadi mayoritas di Bali memiliki sejarah panjang yang menarik dan erat kaitannya dengan wilayah Sunda Galuh di Jawa Barat.
Ajaran Hindu Bali tidak hanya berakar dari ajaran Hindu yang datang dari India, tetapi juga memadukan unsur kepercayaan lokal yang sudah ada di masyarakat Bali.
Menariknya, sejarah ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh Kerajaan Sunda Galuh, salah satu kerajaan besar di Tatar Sunda pada masa lampau.
Pada abad ke-9, seorang Brahmana bernama Resi Markandeya disebut-sebut sebagai pembawa ajaran Hindu ke tanah Bali.
Namun, sebelum ajaran Hindu ini sampai ke Bali, ada kemungkinan bahwa ajaran tersebut terlebih dahulu melewati wilayah Sunda Galuh.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @karuhunnusantara, dalam sejarah Sunda sendiri, terdapat tokoh bernama Resi Makandria yang tercatat dalam Lontar Carita Parahyangan.
Ada dugaan bahwa Resi Makandria memiliki keterkaitan dengan Resi Markandeya, yang kemudian membawa ajaran Hindu ke Bali.
Masyarakat Hindu Bali meyakini bahwa Kerajaan Galuh merupakan asal muasal nenek moyang mereka.
Salah satu bukti penting dari hubungan ini adalah kisah pernikahan antara seorang putri dari Raja pertama Kerajaan Galuh dengan Raja Bali Kuno.
Hubungan ini bukan hanya mempererat tali kekerabatan kedua kerajaan, tetapi juga menciptakan ikatan emosional yang kuat antara Sunda dan Bali.