Saat sedang sekarat, Ratu Wetan terus mendekati Sultan Agung agar mewasiatkan tahta Mataram Islam pada anaknya, Raden Mas Syayidin.
Padahal semasa hidupnya, Sultan Agung tak begitu bangga pada anaknya yang kerap berbuat jahat, salah satunya membawa lari istri orang.
Sultan Agung yang tak berdaya akhirnya memberikan persetujuan atas wasiat yang mengangkat Raden Mas Syayidin sebagai penerus tahta.
Usai Sultan Agung Mangkat, wasiat tersebut menimbulkan perlawanan terutama dari pengikut Pangeran Alit.
Bahkan acara penobatan Raden Mas Syayidin yang kemudian dikenal sebagai Amangkurat I ini dilakukan secara tertutup.
Walau Pangeran Alit menerima dengan lapang dada, namun tidak dengan pengikutnya.
Setahun setelah penobatan, watak asli Amangkurat I mulai terlihat hingga melahirkan perlawanan dari pengikut Pangeran Alit.
Sayangnya, Pangeran Alit kemudian wafat dalam sebuah keributan di istana, di mana ia meninggal tertusuk kerisnya sendiri.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!