SketsaNusantara.id - Sultan Agung adalah Raja Mataram Islam yang cukup disegani.
Di bawah kepemimpinannya, Mataram Islam berhasil menjadi salah satu kerajaan besar di Nusantara.
Sayangnya, di akhir masa kepemimpinannya, terjadi perebutan tahta kerajaan antara Pangeran Alit dan Raden Mas Syayidin.
Pangeran Alit adalah putra mahkota Kerajaan Mataram Islam yang merupakan anak Ratu Kulon, permaisuri Sultan Agung
Sementara Raden Mas Syayidin adalah anak Ratu Wetan, permaisuri muda Sultan Agung.
Walau Raden Mas Syayidin lebih tua dari Pangeran Alit, namun secara kedudukan, anak Ratu Kulonlah yang menjadi putra mahkota.
Pasalnya, Ratu Kulon kedudukannya lebih tinggi dari Ratu Wetan.
Dikutip SketsaNusantara.id dari situs Museum Nusantara, Ratu Kulon diangkat terlebih dahulu sebagai permaisuri dibandingkan Ratu Wetan.
Ratu Wetan yang tak terima anaknya tak jadi putra mahkota akhirnya menghalalkan segala cara untuk merebut tahta.
Berdasarkan situs Sejarah Cirebon, dengan konspirasi dan kepandaian Ratu Wetan dalam mempengaruhi Sultan Agung, Pangeran Alit akhirnya ‘dijegal’ sebagai putra mahkota.
Artikel Terkait
Legenda Tombak Kyai Pleret, Raja Mataram Islam Pertama: Pusaka Keraton Yogyakarta, Begini Kondisinya Sekarang!
5 Kontroversi Amangkurat I, Raja Kesultanan Mataram Islam yang Terkenal Kejam dan Bengis, Tinggalkan Jejak Kelam bagi Sejarah Indonesia
Kisah Kekejaman Amangkurat I: Bantai Ribuan Ulama Demi Tahta, Peristiwa Tragis yang Jadi Titik Balik dalam Sejarah Kemunduran Mataram Islam
Ki Ageng Jejer Guru Sultan Agung: Orang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Kerajaan Mataram Islam di Pulau Jawa
Demi Kekuasaan dan Kestabilan Kerajaan, Benarkah Sultan Agung Raja Mataram Menikah dengan Ratu Kidul?
Siapa Kyai Cinde Amoh? Menyusuri Jejak Perjalanan Menuju Makam Abdi Kinasih Sultan Agung yang Ternyata Menyimpan Banyak Kisah
Benarkah Dilempar dari Mekkah sampai Tanah Jawa? Terkuak Asal Usul Misteri Batu Unik di Makam Sultan Agung