jelajah

Bukan Hanya dari Kedatangan Paus Fransiskus, Toleransi di Nusantara Telah Ada sejak Zaman Kerajaan Mataram Kuno, Bukti Candi..

Sabtu, 7 September 2024 | 07:45 WIB
Candi Plaosan salah satu bukti sikap toleransi di Nusantara masa Kerajaan Mataram Kuno. (Instagram/@jogjaseni)

 

SketsaNusantara.id - Baru-baru ini kedatangan Paus Fransiskus di Indonesia memberikan hikmah yang cukup bermanfaat bagi masyarakat.

Hikmah yang dapat dipetik dari kedatangan Paus Fransiskus adalah terjalinnya persaudaraan hingga naiknya sikap toleransi antar umat di Indonesia.

Mengutip dari www.presidenri.go.id, Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan tentang pentingnya toleransi, keberagaman, dan perdamaian dunia.

Baca Juga: Inilah Fakta Unik Candi Barong yang Masih Satu Kompleks dengan Ratu Boko, Konon Ada Misteri Belum Terpecahkan...

"Perbedaan adalah anugerah dan toleransi adalah pupuk bagi persatuan dan perdamaian,” tegas Presiden Jokowi.

Pesan tersebut disampaikan bersama dengan kedatangan Paus Fransiskus dalam kunjungan kenegaraan.

Faktanya, Indonesia telah memegang teguh sikap toleransi antar umat sejak dahulu kala.

Baca Juga: Dulu Tempat Pemandian Para Raja, Sekarang Jadi Destinasi Wisata, Inilah Candi Umbul Warisan Kerajaan Mataram Kuno Abad ke-8

Sejak Indonesia masih bernama Nusantara pada masa kerajaan Mataram Kuno, sikap toleransi sudah muncul.

Bukti nyata hal tersebut adalah ada pada bangunan Candi Plaosan yang terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Dikutip SketsaNusantara.id dari disporapar.jatengprov.go.id, sejarah tentang Candi Plaosan diketahui bangunan tersebut didirikan pada masa Rakai Panangkaran.

Baca Juga: Benarkah Jadi Kompleks Makam di Era Kerajaan Majapahit? Inilah Kisah di Balik Candi Pasetran Mojokerto

Rakai Panangkaran merupakan seorang Raja Medang II yang juga mendirikan Candi Borobudur dan Candi Sewu yang berlatar belakang agama Buddha.

Halaman:

Tags

Terkini