Minggu, 12 Juli 2026

Bukan Hanya dari Kedatangan Paus Fransiskus, Toleransi di Nusantara Telah Ada sejak Zaman Kerajaan Mataram Kuno, Bukti Candi..

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 September 2024 | 07:45 WIB
Candi Plaosan salah satu bukti sikap toleransi di Nusantara masa Kerajaan Mataram Kuno. (Instagram/@jogjaseni)
Candi Plaosan salah satu bukti sikap toleransi di Nusantara masa Kerajaan Mataram Kuno. (Instagram/@jogjaseni)

Candi Plaosan dibangun pada dinasti Wangsa Syailendra yang termasuk juga dalam Masa Kerajaan Mataram Kuno abad ke-8 atau 9.

Candi Plaosan terdiri Candi terdiri dari dua buah candi induk dan mandapa (bangunan yang digunakan untuk melakukan ritual).

Masing-masing candi dikelilingi 58 Candi Perwara (candi pendamping) dan 194 stupa.

Baca Juga: Ada Arca Mirip Lambang Negara Singapura! Inilah Keunikan Candi Ngawen dari Kerajaan Mataram Kuno di Daerah Magelang

Pada beberapa Candi Perwara dijumpai tulisan-tulisan pendek yang memberikan indikasi bangunan tersebut merupakan sumbangan dari bawahan raja sebagai wujud loyalitas.

Terdapat cerita melegenda yang ada pada Candi Plaosan, yakni seorang Raja bernama Pikatan memberikan sebuah persembahan kepada Pramuda Wardhani sebagai tanda cinta.

Konon, Raja Pikatan dan Pramuda Wardhani memiliki perbedaan latar belakang kepercayaan.

Selanjutnya, Candi Plaosan dipersembahan sebagai cinta Raja Pikatan kepada Wardhani yang memiliki unsur campuran dua agama yaitu Hindu dan Buddha.

Dari kisah tersebut Candi Plaosan melambangkan keharmonisan antara dua agama yang berbeda.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: disporapar.jatengprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X