jelajah

Sunda Terpecah Menjadi Dua! Raja Visioner Ini Membebaskan Kerajaan Galuh dari Cengkeraman Tarumanagara

Jumat, 6 September 2024 | 22:00 WIB
Ilustrasi! Wilayah Tarumanagara yang terpecah menjadi 2 (X/ @tresna_prasetia)

 

SketsaNusantara.id- Sang Wretikandayun, juga dikenal sebagai Maharaja Suradarma Jayaprakosa, merupakan tokoh sentral dalam sejarah Nusantara yang berhasil membawa perubahan besar.

Sebagai raja pertama Kerajaan Galuh, ia memimpin dengan kecerdasan dan keberanian, membebaskan Galuh dari kekuasaan Tarumanagara pada tahun 670 M.

Langkah ini tidak hanya memerdekakan kerajaannya, tetapi juga membuka jalan bagi Galuh untuk menjadi salah satu kerajaan paling berpengaruh di Jawa Barat.

Baca Juga: Buka Tabir Kelam dari Kerajaan Mataram Kuno? Wariskan Peninggalan Prasasti dengan Segudang Makna Mendalam

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @santritajug, Wretikandayun berasal dari garis keturunan bangsawan yang kuat.

Kakek buyutnya, Maharesiguru Manikmaya, adalah tokoh Hindu dari Keluarga Calankayana di India.

Setelah menikah dengan Dewi Tirtakencana, putri Maharaja Suryawarman dari Tarumanagara, Manikmaya diberikan wilayah Kendan di Nagreg, Bandung.

Baca Juga: Dulu Tempat Pemandian Para Raja, Sekarang Jadi Destinasi Wisata, Inilah Candi Umbul Warisan Kerajaan Mataram Kuno Abad ke-8

Inilah yang kemudian menjadi pusat Kerajaan Kendan.

Pada usia 21 tahun, Wretikandayun naik takhta sebagai Raja Kendan pada 23 Maret 612 M, menggantikan ayahnya.

Namun, ambisi besarnya mendorongnya untuk membangun pusat pemerintahan baru, yang ia namakan Galuh, berarti "permata".

Kota baru ini tidak hanya menjadi pusat kekuasaan, tetapi juga simbol kejayaan dan kemerdekaan yang diimpikan oleh Wretikandayun.

Baca Juga: 3 Fakta Unik Prasasti Ciaruteun Peninggalan Kerajaan Tarumanagara Bogor, Terukir Tulisan Bahasa Sansekerta

Saat Tarumanagara berada di bawah kekuasaan Sri Maharaja Tarusbawa pada tahun 669 M, Wretikandayun yang saat itu sudah berusia 78 tahun, mengambil langkah berani.

Halaman:

Tags

Terkini