jelajah

Makam Ini Selalu Ramai! di Baliknya Ada Kisah Tragis Putri Raja Bali: Dibunuh Sang Ayah karena Menjadi Mualaf

Jumat, 6 September 2024 | 09:30 WIB
Kisah memilukan dari putri raja Bali. (Facebook/ Indra Kuala)

Dengan izin Tuhan, Cakraningrat berhasil menyembuhkan Gusti Ayu, dan sesuai janji sang raja, mereka pun menikah.

Setelah menikah, Gusti Ayu dibawa ke Madura, dan di sana ia memeluk agama Islam, mengganti namanya menjadi Raden Ayu Siti Khotidjah.

Baca Juga: Jadi Kafe Kekinian! Ternyata Bangunan ini Bekas Peninggalan Raja Batik Yogyakarta di Era Kerajaan Mataram yang Super Power, Jujukan Muda-mudi?

Setelah lama tinggal di Madura, Raden Ayu merasa rindu kampung halamannya dan memutuskan untuk kembali ke Bali.

Ia pulang dengan diiringi prajurit dan membawa pusaka dari suaminya.

Kepulangannya disambut penuh kegembiraan oleh keluarga kerajaan, yang belum tahu bahwa Gusti Ayu kini memeluk agama Islam.

Baca Juga: Kerajaan Kutai Martadipura di Kalimantan Timur, Tertua dan Paling Berkuasa, Siapa Raja Pertama yang Sebenarnya?

Namun, malang tak dapat dihindari. Ketika sedang melaksanakan salat Maghrib, salah seorang patih kerajaan melihatnya dalam mukena putih.

Patih tersebut, yang tidak tahu tentang keislaman Raden Ayu, mengira bahwa ia sedang melakukan praktik ilmu hitam.

Dalam ketakutan, sang patih melaporkan hal itu kepada Raja Pemecutan.

Baca Juga: Naik Tahta Sejak Usia 3 Tahun, Mengenal Sosok Raja Yogyakarta yang Masa Kepemimpinannya Penuh Drama hingga Dianggap Tunduk pada Belanda

Tanpa menyelidiki lebih jauh, sang raja langsung memerintahkan pembunuhan putrinya.

Raden Ayu, yang sudah merasakan firasat buruk, akhirnya pasrah dan tidak melawan takdir.

Ia memberikan petunjuk kepada patih tentang cara membunuhnya, dengan tusuk konde emas pemberian suaminya.

Baca Juga: Benarkah Jadi Kompleks Makam di Era Kerajaan Majapahit? Inilah Kisah di Balik Candi Pasetran Mojokerto

Halaman:

Tags

Terkini