Sebelum ajal menjemput, ia berpesan bahwa jika setelah kematiannya tubuhnya mengeluarkan aroma busuk, ia harus dikuburkan di tempat biasa.
Namun, jika tubuhnya beraroma harum, ia harus dimakamkan di tempat suci.
Ketika akhirnya patih mengeksekusi Raden Ayu, keajaiban terjadi: dari tubuhnya keluar asap dengan wangi yang sangat harum.
Seluruh pengawal dan patih menangis dalam penyesalan, sementara Raja Pemecutan hancur hatinya.
Sebagai bentuk penyesalan dan penghormatan, sang raja membangun sebuah makam keramat untuk putrinya, yang kini dikenal sebagai Makam Raden Ayu Siti Khotidjah.
Makam tersebut hingga kini tetap dijaga dengan penuh hormat dan menjadi tempat ziarah bagi orang-orang yang ingin mengenang kisah tragis seorang putri raja yang setia pada keyakinannya hingga akhir hayat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Bukan di Bali? Pura Tertua Indonesia Ada di Lumajang, Lokasinya di Timur Kaki Gunung Semeru Selalu Dirindukan Umat Hindu
Siapa yang Menemukan Pulau Bali? Pulau Dewata Ini Sudah Ada Sejak Tahun 2000 Sebelum Masehi, Namanya Diambil dari Bahasa...
Siapa Ida Dewa Agung Jambe? Sosok Pahlawan Nasional dari Klungkung Bali yang Gugur dalam Perang Puputan Melawan Belanda
Kisah Legendaris Ratu Shima, Pemimpin Kerajaan Kalingga yang Rela Memotong Jari Tangan Putra Mahkota karena Lakukan Kesalahan Ini...
Ada Arca Mirip Lambang Negara Singapura! Inilah Keunikan Candi Ngawen dari Kerajaan Mataram Kuno di Daerah Magelang
Benarkah Jadi Kompleks Makam di Era Kerajaan Majapahit? Inilah Kisah di Balik Candi Pasetran Mojokerto