SketsaNusantara.id- Candi Sumberawan berada di kaki Gunung Arjuna dengan jarak 6 km dari Candi Singosari atau tepatnya di Dusun Sumberawan, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Keberadaan Candi Sumberawan ini dikelilingi oleh pohon-pohon pinus yang tinggi, udara bersih dan asri, serta mata air yang berlimpah dan tak pernah kering meski musim kemarau sekalipun.
Nama Candi Sumberawan sendiri dalam bahasa Jawa berasal dari kata "Sumber" yang artinya mata air dan "Rawan" berarti rawa atau telaga.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kemungkinan Candi Sumberawan adalah candi yang berada di antara mata air dan telaga.
Pada zaman dulu, Candi Sumberawan dikenal dengan sebutan "Kasurangganan" yang dalam bahasa Sanskerta memiliki arti sebagai taman.
Bentuk Candi ini adalah stupa namun tidak berongga sama sekali, sayangnya di bagian puncaknya sudah tidak utuh lagi.
Pendirian Candu Sumberawan tersebut diperkirakan terjadi sekitar abad ke-14 hingga 15 Masehi yang diketahui dari Kitab Nagarakertagama karya Mpu Prapanca.
Berdasarkan catatan di kitab tersebut, Raja Hayam Wuruk yang memerintah Kerajaan Majapahit pada tahun 1359 Masehi pernah singgah dan mengunjungi tempat ini.
Candi Sumberawan terbuat dari Batu Andesit yang berukuran panjang 6,25 meter, lebar 6,25 meter; dan tinggi 5,23 meter.
Candi tersebut terdiri atas Batur atau alas kaki candi, tubuh candi, serta puncak stupa dan juga ada struktur bangunannya yang polos dengan tanpa relief yang membuatnya tak seperti candi kebanyakan.
Kompleks Candi Sumberawan memiliki 2 sumber mata air terkenal dengan masing-masing khasiatnya yakni Sendang Drajat dan Sendang Panguripan yang dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Dedeh Rosmayanti.