SketsaNusantara.id- Situs Ratu Boko secara administratif terletak di 2 wilayah yaitu di Dusun Dawung, Desa Bokoharjo dan Dusun Sumberwatu, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.
Riwayat mengenai pendirian dan penggunaan bangunan di situs Ratu Boko dapat diketahui dari sejumlah prasasti yang terdapat di tempat tersebut.
Berdasarkan sumber prasasti, daerah sekitar berdirinya situs Ratu Boko tersebut dulunya bernama wilayah Walairung.
Prasasti tertua yang ditemukan di situs itu berangka 792 Masehi yang berisi pendirian Abhayagiriwihara oleh Rakai Panangkaran.
Berikut ini beberapa fakta menarik mengenai situs Ratu Boko yang merupakan salah satu peninggalan dari zaman Kerajaan Mataram Kuno yang dikutip SketsaNusantara.id. dari kanal youtube Suara Raiku.
1. Kompleks dan struktur bangunan, serta prasasti yang ditemukan di situs Ratu Boko diperkirakan pada awalnya adalah sebuah Wihara.
Wihara tersebut dibangun sebagai tempat pemujaan bagi pendeta agama Budha yang bernama Abhayagiri.
2. Pada tahun 856 Masehi, Wihara Ratu Boko kemudian dialihfungsikan menjadi sebuah keraton oleh penguasa agama Hindu yang bernama Rakai Walaing Pu Khumbayoni.
3. Perubahan fungsi bangunan di situs Ratu Boko ini akhirnya menampilkan perpaduan antara corak agama Hindu dan Budha.
Unsur Hindu ditampilkan melalui Yoni, tiga miniatur candi, Arca Ganesha dan Durga, serta lempengan emas dan perak yang bertuliskan mantra Hindu.