Viaduk merupakan sebuah jembatan atau jalan yang berada di atas jalan raya, jalan kereta api, lembah, atau sungai yang lebar.
Baca Juga: Yuk Ngopi Santai di Roewang Tamoe Coffee & Space! Tawarkan Suasana Artistik dan Keren Lokasinya…
Bangunan Viaduk biasanya berbentuk panjang atau serangkaian jembatan yang ditopang oleh lengkungan di antara menara-menara tinggi.
Menurut maknanya, kata Viaduk berasal dari bahasa Latin Viaduct yang artinya "melalui jalan" atau "menuju sesuatu arah".
Tak heran jika Viaduk di Surabaya dan sjeumlah daerah lainnya menjadi perlintasan kereta api hingga jalan kendaraan umum.
Berdasarkan catatan sejarah, ada 8 buah Viaduk yang jadi proyek Hindia Belanda di Surabaya.
8 Viaduk peninggalan Pemerintah Hindia Belanda itu terdiri dari Viaduk Ngaglik, Gembong, Pengampon, Pahlawan, Bubutan, Kertajaya, dan Gubeng.
Ternyata Viaduk Ngaglik merupakan salah satu proyek mangkrak Hindia Belanda yang jadi jalur perlintasan kereta api.
Saat ini Viaduk Ngaglik berada di bawah pengelolaan PT KAI karena menjadi salah satu perlintasan kereta api yang amsih aktif hingga sekarang.
Dibangun dan mulai eksis di abad ke-18, bangunan yang berupa jembatan jalan ini sebagai saksi bisu bagaimana pembangunan era Belanda saat itu.
Terdapat sejumlah kejadian mistis yang dituturkan masyarakat sekitar tentang Viaduk peninggalan Belanda.
Salah satu tragedi berdarah di Viaduk Surabaya terjadi di tahun 2018 silam.