jelajah

Mengenal Sosok Djiauw Kie Siong, Pemilik Rumah Proklamasi Rengasdengklok yang Jadi Saksi Sejarah Kemerdekaan Indonesia

Rabu, 14 Agustus 2024 | 06:40 WIB
Salah satu bagian ruangan yang terdapat dalam rumah sejarah proklamasi milik Djiaw Kie Siong di Rengasdengklok Karawang. (Instagram/@united.toni.)

SketsaNusantara.id - Kemerdekaan Indonesia bukanlah hasil yang diperoleh dengan mudah, melainkan melalui perjuangan panjang dan penuh liku.

Salah satu kisah heroik menjelang proklamasi adalah penculikan Bung Karno dan Bung Hatta oleh golongan muda yang dipimpin oleh Chaerul Saleh.

Aksi ini bertujuan untuk mendesak kedua tokoh nasional tersebut segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Video Detik-Detik Penangkapan Armor Toreador Beredar Luas, Tindak Tanduk Suami Cut Intan Nabila Jadi Sorotan Netizen: Kaya Kucing Kena Air

Pada 16 Agustus 1945, Bung Karno diculik dari rumahnya di Pegangsaan Timur dan dipindahkan ke sebuah rumah di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.

Rumah ini beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 33, milik Djiauw Kie Siong, seorang petani keturunan Tionghoa, menjadi tempat bersejarah dalam proses menuju kemerdekaan Indonesia.

Dilansir SketsaNusantara.id dari jika.karawangkab.go.id, Djiauw Kie Siong adalah seorang petani keturunan Tionghoa yang lahir di Pisangsambo, Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat, pada tahun 1880.

Baca Juga: Senyum Santai Armor Toreador saat Diringkus di Hotel Jakarta Selatan atas Kasus KDRT Cut Intan Nabila, Netizen: Kok Masih Mulus?

Ia adalah anggota tentara PETA (Pembela Tanah Air) dan pemilik rumah di Dusun Bojong, Rengasdengklok, yang menjadi tempat aman bagi Bung Karno dan Bung Hatta menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Rumah Djiauw Kie Siong ini menjadi saksi bisu pentingnya peran Rengasdengklok dalam sejarah Indonesia.

Pada 16 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta dibawa ke rumah ini oleh para pemuda untuk mendesak mereka segera memproklamirkan kemerdekaan.

Baca Juga: Armor Toreador Ditangkap! Sempat Mau Kabur ke Surabaya, Suami Cut Intan Nabila Terduga Pelaku KDRT Ditangkap di Hotel

Keberadaan rumah yang jauh dari pengawasan tentara Jepang menjadikannya tempat yang strategis untuk perencanaan proklamasi.

Djiauw Kie Siong, yang wafat pada tahun 1964, memiliki sembilan anak dari dua pernikahan. Nama-nama anaknya antara lain Djiauw Kang Hie, Djiauw King Hie, Djiauw Njien Hien, Djiauw Kie Sien, Djiauw Kap Njong, Djiauw Ten Njong, Djiauw Joet Njong, Djiauw Lien Njong, dan Djiauw Piang Moij.

Halaman:

Tags

Terkini