SketsaNusantara.id - Di kota Magelang terdapat satu rumah di Residen Kedu yang menyimpan kursi yang terdapat bekas tangan Pangeran Diponegoro.
Saat itu Pangeran Diponegoro berada di rumah Residen Kedu namun berakhir ditangkap Belanda sehari setelah lebaran pada tahun 1830.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari akun Tiktok @geza, di rumah Residen Kedu tersebut selain ada satu kursi dengan bekas tangan Pangeran Diponegoro juga terdapat jubah asli miliknya.
Jubah yang tersimpan tersebut merupakan jubah Pangeran Diponegoro yang terdapat bercak yang dipercaya sebagai bercak darahnya.
Di rumah Residen Kedu yang sudah berusia hampir 200 tahun tersebut tersimpan begitu banyak benda yang berhubungan dengan Pangeran Diponegoro.
Di rumah itu juga terdapat satu lukisan yang menggambarkan penangkapan Pangeran Diponegoro.
Peristiwa tersebut dilatarbelakangi oleh pecahnya perang pada tahun1826 hingga 1830, di mana saat itu Pangeran Diponegoro berhasil membuat Belanda pusing.
Pasalnya dalam perang tersebut Pangeran Diponegoro melakukan taktik perang gerilya sehingga Jenderal De Kock mengundang putra raja Yogyakarta tersebut ke rumah Residen Kedu.
Hal itu dilakukan untuk membicarakan perundingan, namun bukannya berunding akhirnya justru Pangeran Diponegoro ditangkap sebelum kemudian diasingkan ke Makassar.
Dan kursi yang terdapat cakaran tangan Pangeran Diponegoro ini menjadi saksi bisu perundingan yang berakhir penangkapan terhadap Pangeran Diponegoro.
Melihat sejarah kursi tersebut, benda ini memiliki nilai sejarah terkait salah satu pahlawan nasional kita Pangeran Diponegoro sehingga wajib dijaga kelestariannya.