SketsaNusantara.id - Perang Lengkong merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Perang Diponegoro yang terjadi antara tahun 1825 hingga 1830.
Pada peristiwa Lengkong terdapat tragedi memilukan yang dialami Pangeran Diponegoro ditengah kecamuk perang Jawa Lengkong pada 30 Juli 1826.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari akun Tiktok @Galeri Wangsa disebutkan saat perang Jawa tengah berkecamuk terjadi peristiwa yang membuat Pangeran Diponegoro merakan kesedihan mendalam.
Di luar kendali Pangeran Diponegoro, pasukan rakyat terlibat penggerebekan yang mengakibatkan para wali, Raja dan juga pejabat keraton Yogyakarta yang merupakan kerabat Pangeran Diponegoro gugur.
Wali Raja Hamengkubuwono V yang masih kecil yakni Pangeran Panular dan Pangeran Murdaningrat juga berada dalam rombongan.
Rombongan tersebut mendapat pengawalan dari Ketnan Haubert, 8 hussar Belanda, 50 infanteri Belanda dan 25 Laskar prajurit Keraton.
Namun akhirnya mereka berjalan pulang menuju keraton karena gagal bertemu Pangeran Diponegoro.
Dalam perjalanan pulang itulah di daerah Lengkong mereka disergap oleh pasukan rakyat yang diperkirakan berjumlah hingga 2000 orang tanpa sepengetahuan Pangeran Diponegoro.
Pangeran Diponegoro langsung memacu kudanya ketika mengetahui peristiwa tersebut.
Namun sayangnya sudah terlambat, korban sudah berjatuhan di mana hampir seluruh pangeran dan pejabat keraton sudah berguguran.
Atas peristiwa Lengkong tersebut Pangeran Diponegoro sangat terpukul karena peristiwa itu benar-benar dikuar sepengetahuan dirinya dan diluar kendali dirinya.