SketsaNusantara.id - Dalam budaya Jawa ada satu kalender bernama Pranata Mangsa atau Pranoto Mongso yang digunakan sebagai penanggalan untuk bertani dan nelayan.
Pranoto Mongso ini rupanya dipakai masyarakat jawa kuno sebagai penanggalan Jawa kuno dalam bertani dan nelayan.
Seperti dikutip SketsaNusantara.id dari laman putatgede.kendalkab.go.id, bahwa Pranoto Mongso atau Pranata Mangsa adalah semacam penanggalan yang berkaitan dengan musim menurut pemahaman suku Jawa.
Ia juga disebut sebagai kitab Jawa kuno yang digunakan dalam ramalan dan penentuan saat-saat penting dalam budaya Jawa.
Kitab Pranoto Mongso terus turun temurun dalam budaya Jawa dan digunakan untuk menentukan musim serta dalam ramalan dan mengungkap kepribadian seseorang berdasarkan tanggal lahirnya.
Sehingga kitab ini dianggap memiliki nilai spiritual dan kepercayaan yang kuat di masyarakat Jawa.
Pranoto Mongso sendiri juga disebut sebagai Pranata mangsa yang berasal dari dua suku kata yakni pranata dan mangsa yang artinya penentuan musim atau semacam penanggalan yang berkaitan dengan musim.
Hal ini berasal dari kalangan petani dan nelayan yang menurut pemaham dari suku Jawa, Sunda dan juga Bali yang disebut sebagai Kerta Masa.
Berdasarkan arti tersebut maka Pranoto Mongso memiliki peranan penting bagi petani dan nelayan karena berfungsi penting sebagai penentu dalam sebuah pekerjaan.
Pada awalnya masyarakat Jawa menggunakan pergerakan matahari untuk sistem penanggalan saka Hindu.
Namun hal itu kemudian diubah oleh Sri Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo, Raja Mataram pada tahun 1663 yang mengubah penanggalan matahari menjadi sistem bulan seperti kalneder hijiriah islam.