SketsaNusantara.id- Mbah Jejer disebut sebagai pembuka alas atau daerah baru yang saat ini bernama salah satu kawasan di Yogyakarta yakni Jejeran.
Ada beberapa pendapat mengenai julukan yang disematkan pada Mbah Jejer, itu kata "Jejer berarti wafat dalam kondisi berdiri (ngadeg ngejejer).
Sementara itu, penyebutan Jejer menurut para wali yang menyebarkan Islam di tanah Jawa memiliki arti sebagai mengaji dalam ilmu ahlak dan agama.
Sosok Mbah Jejer terkenal sebagai pendidik atau yang menyalurkan ilmu pengetahuan bagi banyak murid atau santri.
Berbagai ilmu serta agama yang diajarkan oleh Mbah Jejer diantaranya adalah mengaji Al-Qur'an, kitab, fiqih, akidah, tarikh, tasawuf dan lain sebagainya.
Salah satu murid atau santri dari Mbah Jejer yang begitu terkenal yaitu Sultan Agung, raja terkenal dari Mataram Islam yang mampu membawa kerajaannya mencapai puncak keemasan.
Selain itu, Mbah Jejer diketahui mempunyai wewenang untuk mewariskan adat dan budaya dalam men-jangka peradaban.
Perlu diketahui bahwa jangka merupakan derajat tinggi dalam susunan ilmu pengetahuan di tanah Jawa yang diketahui SketsaNusantara.id dari kanal YouTube @Berbagi Tahu.
Berikut ini 5 ragam jangka dalam pengajaran ilmu di Jawa.
Baca Juga: Pasujudan dari Batu Tempat Ibadah Wali Songo, Berjarak Sekitar 4 Km dari Pusat Lasem
1. Wahyu Panjangka
Jangka imi mempunyai arti sebuah ungkapan dari pernyataan belum tentu benar dan tidak mungkin salah.