Dikutip dari laman kemdikbud.go.id, Ismail Marzuki merupakan komponis kelahiran Jakarta.
Tepatnya, sang komponis lahir pada 11 Mei 1914 di kampung Kwitang, Jakarta Pusat.
2) Keluarga sang maestro
Terlahir dari keluarga menengah, Ismail Marzuki memiliki kesempatan untuk mempelajari musik lebih baik dari teman-teman sebayanya.
Ayahnya bernama Marzuki Saeran yang berprofesi sebagai juru tulis di perusahaan Eskomto.
Namun, Marzuki Saeran pindah pekerjaan menjadi seorang kasir di sebuah bengkel mobil.
Ibunya jarang atau bahkan tidak pernah disebbutkan dalam literatur, sebab telah wafat 3 bulan setelah Ismail dilahirkan.
3) Bakat seniman turun dari sang ayah
Ayah Ismail Marzuki dikenal sebagai orang yang dekat dengan dunia kesenian, terutama seni musik keroncong.
Bakat alami sang komponis turun dari sang ayah, ditambah dengan Ismail Marzuki yang suka bermain alat musik sejak kecil.
Baca Juga: Akhir Kisah Heroik Laksamana Malahayati, Pahlawan Nasional dari Aceh, Benarkah Gugur saat Perang?
Sejumlah alat musik koleksi sang ayah pun dipelajari dan dimainkan hingga menjadikannya piawai memainkan banyak alat musik.
4) Riwayat pendidikan