Pada awalnya, upacara bendera sesuai kesepakatan akan dilaksanakan di lapangan Ikada, namun karena di sana sudah dipenuhi pasukan Jepang bersenjata maka oleh Latief Hendradiningrat dialihkan ke Jalan Pegangsaan Timur nomer 56, Jakarta Pusat.
Untuk itu Latief kemudian bertanggung jawab menunjuk prajuritnya untuk menjaga halaman rumah di jalan Pegangsaan Timur tersebut sebagai lokasi pembacaan proklamasi kemerdekaan.
Usai pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno, maka Latief Hendradiningrat bertindak sebagai pengibar bendera merah putih bersama Suhud Sastro Kusumo.
Setelah kemerdekaan karirnya semakin menanjak di TNI, bahkan ia pernah menjabat sebagai Rektor di IKIP Jakarta pada tahun 1964 hingga 1965.
Latief Hendradiningrat kemudian meninggal pada 14 Maret 1983 di Jakarta pada usia 73 tahun.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!