jelajah

Mengenal Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara: Gagal Menjadi Dokter, Malah Jadi Pahlawan Nasional

Rabu, 31 Juli 2024 | 13:45 WIB
Perjuangan Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia. (Ilustrasi (X/ @AdrianvanFlores))

 

SketsaNusantara.id - Ki Hajar Dewantara, yang lahir pada 2 Mei 1889 dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, dikenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia.

Ia tumbuh dalam lingkungan Keraton Pakualaman, Yogyakarta, dan berasal dari kalangan bangsawan.

Soewardi kecil, sebagai seorang bangsawan muda, memiliki hak istimewa yang tidak dimiliki oleh anak-anak lain.

Baca Juga: Draft KUA PPAS APBD 2025 Belum Dikirim Pemkab Jember, DPRD Layangkan Surat Resmi

Sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube AkuPaham, saat remaja, ia mendapatkan kesempatan untuk bersekolah di sekolah kedokteran di Batavia secara gratis.

Namun, seringnya ia sakit membuatnya harus tinggal kelas dan akhirnya beasiswanya dicabut.

Ada dugaan bahwa keputusan ini juga dipengaruhi oleh motif politik.

Namun, kegagalan menjadi dokter tidak membuat Soewardi patah semangat.

Baca Juga: Klarifikasi PT Akurat Sentra Media Usai Dikaitkan dengan Meita Irianty, Terduga Pelaku Penganiayaan Anak di Depok

Ia menemukan jalan baru melalui tulisan. Tulisan-tulisannya yang tajam menarik perhatian dr. Tjipto dan Douwes Dekker, dua pemuda yang juga sedang membangun pergerakan.

Bersama, mereka menyebarkan ide kemerdekaan Indonesia melalui partai politik pertama di Nusantara.

Sebagai pemuda, Soewardi memulai karirnya sebagai jurnalis dan menulis untuk beberapa surat kabar seperti Oetoesan Hindia dan Kaoem Moeda. Selain menulis, ia juga aktif berorganisasi.

Tulisan kritisnya terhadap pemerintah kolonial Belanda, yang berjudul "Seandainya Aku Seorang Belanda," menyebabkan Soewardi diasingkan ke Belanda pada tahun 1913.

Halaman:

Tags

Terkini