Jumat, 3 Juli 2026

Mengenal Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara: Gagal Menjadi Dokter, Malah Jadi Pahlawan Nasional

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Rabu, 31 Juli 2024 | 13:45 WIB
Perjuangan Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia.  (Ilustrasi (X/ @AdrianvanFlores))
Perjuangan Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia. (Ilustrasi (X/ @AdrianvanFlores))

Baca Juga: Jokowi Akan Uji Coba Trem Otonom di IKN Senin Depan, Ini Rute Operasionalnya

Ia bersama rekan seperjuangannya, yang dikenal sebagai Tiga Serangkai, akhirnya dibuang ke Belanda.

Di sana, ia bersama Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker memanfaatkan waktu pengasingan untuk mendalami dunia pendidikan dan pengajaran.

Selama masa pengasingan, semangat patriotisme dan keinginannya untuk memajukan bangsa Indonesia melalui pendidikan semakin berkembang.

Baca Juga: Partai Nasdem Serahkan Rekomendasi ke Suhardi Duka untuk Pilgub Sulawesi Barat 2024

Kembali ke Tanah Air pada tahun 1919, Soewardi mendirikan lembaga pendidikan Tamansiswa di Yogyakarta pada 3 Juli 1922.

Ia meninggal pada 26 April 1959 di Yogyakarta. Untuk menghormatinya, hari kelahirannya ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional pada 16 Desember 1959.

Ki Hajar Dewantara juga menciptakan tiga semboyan pendidikan yang hingga kini masih digunakan, yaitu "Ing ngarsa sung tulada" (di depan memberi contoh), "Ing madya mangun karsa" (di tengah memberi semangat), dan "Tut wuri handayani" (di belakang memberi dorongan).

Baca Juga: Siapkan Agenda Bulan Depan, Bawaslu Surabaya Lakukan Pengawasan Penetapan DPS

Semboyan "Tut wuri handayani" bahkan menjadi bagian dari logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mimpinya sangat besar dan melampaui zamannya, yaitu meraih kemerdekaan dari penjajahan dan kebodohan.

Ki Hajar Dewantara menunjukkan bahwa perjuangan tidak selalu dengan senjata, tetapi juga dengan gagasan dan mimpi besar.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id.   KLIK DI SINI

 

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X