Baca Juga: Jokowi Akan Uji Coba Trem Otonom di IKN Senin Depan, Ini Rute Operasionalnya
Ia bersama rekan seperjuangannya, yang dikenal sebagai Tiga Serangkai, akhirnya dibuang ke Belanda.
Di sana, ia bersama Cipto Mangunkusumo dan Douwes Dekker memanfaatkan waktu pengasingan untuk mendalami dunia pendidikan dan pengajaran.
Selama masa pengasingan, semangat patriotisme dan keinginannya untuk memajukan bangsa Indonesia melalui pendidikan semakin berkembang.
Baca Juga: Partai Nasdem Serahkan Rekomendasi ke Suhardi Duka untuk Pilgub Sulawesi Barat 2024
Kembali ke Tanah Air pada tahun 1919, Soewardi mendirikan lembaga pendidikan Tamansiswa di Yogyakarta pada 3 Juli 1922.
Ia meninggal pada 26 April 1959 di Yogyakarta. Untuk menghormatinya, hari kelahirannya ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional pada 16 Desember 1959.
Ki Hajar Dewantara juga menciptakan tiga semboyan pendidikan yang hingga kini masih digunakan, yaitu "Ing ngarsa sung tulada" (di depan memberi contoh), "Ing madya mangun karsa" (di tengah memberi semangat), dan "Tut wuri handayani" (di belakang memberi dorongan).
Baca Juga: Siapkan Agenda Bulan Depan, Bawaslu Surabaya Lakukan Pengawasan Penetapan DPS
Semboyan "Tut wuri handayani" bahkan menjadi bagian dari logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Mimpinya sangat besar dan melampaui zamannya, yaitu meraih kemerdekaan dari penjajahan dan kebodohan.
Ki Hajar Dewantara menunjukkan bahwa perjuangan tidak selalu dengan senjata, tetapi juga dengan gagasan dan mimpi besar.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Kisah Maria Walanda Maramis, Pejuang Perempuan Asal Minahasa yang Gagah Berani, Pahlawan Nasional yang Sempat Terlupakan?
Akhir Kisah Heroik Laksamana Malahayati, Pahlawan Nasional dari Aceh, Benarkah Gugur saat Perang?
Akhir Hidup Kyai Zainal Mustafa Pendiri Pesantren Sukamanah, Pahlawan Nasional Asal Tasikmalaya Gugur Dieksekusi Jepang?
Mayjen Isman Bondowoso: Seorang Komandan Tentara Republik Indonesia Pelajar Sekaligus Pahlawan Nasional, Bagaimana Jejak Perjuangannya?
5 Fakta Dokter Soetomo, Pahlawan Nasional Asal Nganjuk Penggagas Berdirinya Budi Utomo yang Ultah 30 Juli