SketsaNusantara.id - Sunan Kalijaga merupakan salah satu dari sembilan Wali Songo yang memiliki tugas untuk menyebarkan ajaran Islam.
Sunan Kalijaga pertama kali menyebarkan ajaran Islam di Cirebon dengan cara akulturasi dengan kesenian budaya Jawa.
Seperti wayang kulit sebagai media pendekatan dan dakwah kepada masyarakat.
Bukan hanya wayang kulit, Sunan Kalijaga juga menyebarluaskan ajaran islam yang digabungkan dengan kesenian lain, seperti gamelan yang menghasilkan syair atau tembang islami.
Selain itu, Sunan Kalijaga diketahui memiliki teladan yang baik bagi masyarakat sekitar, ia menyebarkan Islam dengan sabar dan lembut.
Bahkan, Sunan Kalijaga juga mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari dan memperlihatkan sikap yang ramah, toleran, dan penuh kasih sayang kepada semua umat.
Diketahui, Sunan Kalijaga senantiasa berdakwah mengajarkan Islam hingga tutup usia pada 12 Muharram 1513 Saka atau sekitar 17 Oktober 1592 M.
Dilansir SketsaNusantara.id dari visitjawatengah.jatengprov.go.id, jenazah Raden Sahid atau Sunan Kalijaga dikebumikan di lingkungan Kadilangu Kabupaten Demak.
Dikatakan letak makam Sunan Kalijaga menjadi salah satu wisata religi yang berada sekitar 2 km dari Masjid Agung Demak.
Namun, beberapa orang meyakini makam Sunan Kalijaga berada di Tuban, letaknya di Makam Ploso, Dusun Soko, Desa Medalem, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban.
Merujuk pada bidikmisi.iainkediri.ac.id, awal mula cerita makam Sunan Kalijaga berada di Tuban dikatakan belum diketahui pasti.