SketsaNusantara.id - Sunan Dalem memiliki nama lengkap Syekh Maulana Zainal Abidin atau Raden Ali Sumodiro seorang putra dari Sunan Giri dengan Nyai Murtasiah binti Sunan Ampel.
Setelah Sunan Giri wafat, Sunan Dalem menggantikan sang ayah menjadi pemimpin di Giri Kedaton dengan bergelar Sunan Giri II Sunan Dalem Wetan.
Tidak banyak kisah yang membahas tentang Sunan Dalem, namun seperti halnya kisah sang ayah, Sunan Dalem juga turut aktif dalam menyebarkan dakwah Islam ke berbagai penjuru.
Hingga kemudian Sunan Dalem diserbu oleh pasukan elit dari Kadipaten Sengguruh yang dipimpin oleh Raden Prawono yang mana masih satu wilayah dengan Kerajaan Majapahit zaman dulu.
Sebelum peristiwa penyerangan itu, ternyata Sunan Dalem bermimpi bertemu sang ayah yang memerintahkan Sunan Dalem untuk meninggalkan Giri Kedaton.
Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari Youtube Lentera Sufi, inilah lokasi makam dan juga tradisi unik tinggalan Sunan Dalem anak dari Sunan Giri.
Sunan Dalem wafat pada tahun 1545 Masehi, yang kemudian dimakankan dekat dengan lokasi makam sang ayah di Gresik.
Makam Sunan Dalem belokasi di sebelah barat makam sang ayah, yaitu di Pedukuhan Kebomas, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang buka setiap hari selama 24 jam.
Selepas dari mimpi bertemu sang ayah, Sunan Dalem dan keluarga beserta para pengikutnya pergi meninggalkan Giri Kedaton.
Sunan Dalem pun pergi ke Desa Gumeno dan mendirikan Masjid Sunan Dalem disana bersama para pengikutnya yang mana hingga kini Masjid tersebut masih berdiri kokoh.
Di Masjid Sunan Dalem ini pada setiap 23 Ramadhan selalu rutin diadakan buka bersama dengan menu sangringan kolak ayam yang mana ini merupakan tradisi warisan yang di ajarkan oleh Sunan Dalem.