Alhasil, jika melewati daerah Margolunyu, pasukan Belanda tak bisa mendeteksi keberadaan benteng dan tempat tersebut hanya terlihat seperti kabut asap putih.
Dengan adanya benteng di Margolunyu ini, Pangeran Diponegoro dapat mengatur strategi perang dan mengkoordinasikan serangan terhadap pasukan Belanda.
Perang gerilya di tanah Jawa berlangsung selama 5 tahun, hingga akhirnya Belanda berhasil menangkap Pangeran Diponegoro.
Pangeran Diponegoro diasingkan ke Batavia selama satu bulan kemudian dipindahkan ke Sulawesi hingga akhir hayatnya.
Kisah tentang benteng gaib di Margolunyu telah menjadi legenda yang turun-temurun di kalangan masyarakat.
Baca Juga: Ada Berapa Tingkatan Paskibraka? Pahlawan Muda Pengibar Bendera Pusaka di Hari Kemerdekaan
Sampai sekarang, masih dipercaya bahwa benteng di Margolunyu itu masih ada. Bahkan harta dan jejak peninggalan seperti peralatan atau persenjataan yang digunakan Pangeran Diponegoro beserta pasukannya masih tersimpan di dalam benteng tersebut.
Menurut penuturan para sesepuh desa Margolunyu, benteng Pangeran Diponegoro ini hanya bisa dilihat oleh orang-orang spesial yang mempunyai kemampuan khusus atau olah batin yang kuat seperti para indigo.
Meskipun belum ada bukti ilmiah yang kuat mengenai keberadaan kabut gaib tersebut, namun cerita ini tetap menarik minat banyak orang dan masih meninggalkan teka-teki besar bagi masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!