Lebih jauh ia menjelaskan bahwa teks proklamasi dibuat oleh Bung Hatta dan yang menulis adalah Bung Karno.
Sedangkan terkait lambang garuda yang di klaim merupakan karya Sultan Hamid ternyata bukanlah murni buatan Sultan Hamid karena gambar itu hanya konsep namun masih harus dikonsep kembali oleh seseorang bernama Dullah yang merupakan sahabat Sukarno.
Sebab itulah kemudian Anhar Gonggong saat itu langsung menyingkirkan Sultan Hamid dari daftar calon pahlawan nasional karena bentuk penghianatannya yang menandatangani kenaikan pangkat di Belanda saat negaranya sendiri masih terjajah oleh negara yang memberinya pangkat.
Profesor Anhar Gonggong menegaskan bahwa semua klaim diatas oleh pihak manapun bisa menjadi valid jika didasarkan pada fakta dan sumber sejarah yang terkonfirmasi dan bisa dipertanggungjawabkan, namun jika tidak, maka itu semua hanya akan jadi omong kosong belaka.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!