SketsaNusantara.id - Wedang uwuh adalah minuman tradisional khas Indonesia yang menggunakan banyak rempah-rempah dan sudah turun-temurun sejak zaman kerajaan Mataram Islam.
Wedang uwuh dikenal sebagai minuman khas Kota Yogyakarta yang memiliki aroma menyegarkan dengan cita rasa herbal unik yang kaya akan khasiat bagi tubuh.
Wedang uwuh menjadi minuman yang disajikan oleh raja untuk menjamu para tamu dan sudah dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda sejak tahun 2017.
Wedang dalam bahasa Jawa artinya minuman dan uwuh artinya "sampah". Maksud dari sampah disini adalah minuman yang dicampur dengan berbagai bahan diantaranya ada jahe, kayu secang, daun dan kayu manis, daun pala dan biji pala, kapulaga, serta gula batu.
Dilansir SketsaNusantara.id dari website jalurrempah.kemdikbud.go.id, asal mula munculnya wedang uwuh diketahui dari kisah Sultan Agung yang sedang bertahta menjadi Raja Mataram Islam.
Suatu hari, Sultan Agung bersama para pengawalnya sedang mencari tempat untuk dijadikan pemakaman untuk keluarga bangsawan atau raja.
Beberapa tempat sudah dikunjunginya dan ia memilih untuk bersemedi atau menyepi terlebih dahulu untuk memantapkan hatinya dalam mengambil keputusannya di Bukit Merak, Imogiri, Bantul karena dinilai lebih cocok.
Pada malam itu, Raja Mataram tersebut meminta kepada salah satu pengawalnya untuk membuat minuman yang bisa menghangatkan badan karena cuaca yang dingin di bukit itu.
Seiring berjalannya waktu, Sultan Agung tidak menyadari bahwa ada beberapa daun dan ranting yang jatuh ke dalam minuman itu karena tertiup angin malam.
Keesokan harinya, Sultan Agung memanggil pengawal lagi dan memintanya untuk membuatkan minuman yang sama persis seperti yang ia minum semalam.
Sultan Agung mengatakan bahwa minuman itu sangat enak dan bisa menghangatkan tubuhnya dari udara malam yang dingin di Imogiri.