Terbukti, ia dan pasukannya berhasil menangkap Pangeran Diponegoro. Namun ia tidak sendiri.
Tololiu Hermanus Willem Dotulong dibantu oleh tiga kapten. Mereka berasal dari distrik yang menyumbang serdadu dalam jumlah banyak.
Ialah Benyamin Sigar (Langouwan), D. Rotinsulu ( Tonsea), dan Polingkalim (Tondao). Setiap kapten itu dibantu oleh dua letnan.
Dari sekian prajurit yang dikirim oleh Belanda untuk melawan perang Jawa. Hanya yang dipimpin oleh Tololiu Herman Willem Dotulong yang masih bertahan.
Mereka konsisten mengikuti strategi perang. Di saat prajurit yang lain sudah tumbang sejak tiba di Jawa.
Lantaran Pangeran Diponegoro juga memiliki strategi yang digunakan untuk menumbangkan serangan musuh.
Salah satunya adalah rintangan alam dan warga sekitar yang sudah dibekali dengan ilmu manipulatif. Yakni agar tersamarkan antara musuh atau kawan.***