SketsaNusantara.id - Dalam sejarah kolonialisme Belanda di Indonesia, ada satu elemen penting yang jarang dibahas: Hulptroepen, atau Pasukan Tulungan.
Ini adalah pasukan yang terdiri dari pemuda-pemuda pribumi yang direkrut oleh Belanda untuk membantu menumpas perlawanan rakyat Indonesia.
Hulptroepen berperan besar dalam sejumlah perang besar, seperti Perang Diponegoro atau Perang Jawa (1825-1830) dan Perang Padri di Sumatera Barat (1803-1837).
Baca Juga: Inilah Makam Arung Palakka, Sosok yang Memperjuangkan Kemerdekaan Rakyat Bugis, Lokasinya di...
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Minahasa Waya, pasukan ini berisi pemuda-pemuda lokal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Makassar, Minahasa, Bali, Jawa, dan Madura.
Kemenangan Belanda dalam Perang Jawa dan penangkapan Pangeran Diponegoro tidak akan mungkin terjadi tanpa bantuan Hulptroepen.
Sekitar 10 persen dari 15.000 Hulptroepen yang dikerahkan pada akhir Perang Jawa berasal dari Minahasa.
Pada 17 September 1829, Hulptroepen memainkan peran penting dalam pertempuran di Siluk, sebelah barat Yogyakarta.
Mereka bergerak cepat dan berhasil mengalahkan pasukan Diponegoro.
Pada 21 September, mereka menyergap dan membunuh Pangeran Ngabehi (Joyokusumo I) dan dua putranya.
Pada 11 November 1829, Hulptroepen menangkap Pangeran Diponegoro di dataran tinggi Gowong.
Setelah perjalanan panjang dari Pegunungan Gowong ke Banyumas antara November 1829 dan Februari 1830, Pangeran Diponegoro akhirnya diundang ke Magelang untuk merundingkan perdamaian dengan Jenderal de Kock.