Dikutip SketsaNusantara.id dari laman magelangkab.go.id, Langgar Agung Diponegoro di Magelang dulunya bukanlah sebuah tempat ibadah.
Baca Juga: Keunikan Masjid Jami Al Baitul Amien Jember, Punya Ciri Khas Bangunan Unik Penuh Makna Filosofis
Saat Raden Mas Ontowiryo melakukan perjalanan untuk bertemu Belanda di Magelang dengan tujuan berunding.
Di tengah perjalanan bersama pasukannya, pemimpin Perang Jawa 1825-1850 ini melewati sebuah hutan belantara dan hendak melakukan sholat.
Saat berada di tengah hutan belantara itu pasukan Pangeran Diponegoro membuat tatanan batu untuk alas sholat.
Tatanan batu untuk sholat yang dibetuk sedemikian rupa itu menjadi cikal bakal pondasi dibangunnya Langgar Agung Diponegoro di Magelang.
Sebagian sumber mengatakan kalau tumpukan atau tatanan batu yang ada di hutan belantara itu merupakan tempat semedi atau mujahadah.
Dikutip dari YouTube Nabawi TV yang diposting pada 21 Februari 2024, Ustadz Salim A. Fillah menjelaskan sejarah Langgar Agung Diponegoro cikal bakal tempat ibadah yang didirikan Raden Mas Ontowiryo saat berjihad.
Baca Juga: Berbeda! Masjid Bukti Cinta Ratu ke Suaminya Ada di Jepara, Konon Dibangun Masa Kesultanan Demak
Konon di Langgar Agung Diponegoro terdapat sebuah sorban peninggalan Pangeran Diponegoro yang dipakai saat Khutbah Sholat Jumat.
Dulunya hanya sebuah langgar yang kecil, namun seiring perkembangan zaman tempat tersebut diperbarui dan diperluas menjadi sebuah masjid.
Hingga saat ini dikenal dengan nama Masjid Laggar Agung Diponegoro di Magelang.
Baca Juga: Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...
Usulan pembangunan Langgar Agung Diponegoro emnjadi masjid diprakarsai oleh Jenderal Sarwo Edi Wibowo di tahun 1960-an.