Surau kecil tersebut mengalami perluasan dan renovasi besar-besar pada tahun 1828 hingga tahun 1970-an karena banyaknya pengunjung yang membludak ingin berziarah ke makam Habib Husein Alaydrus.
Kini, Masjid Luar Batang berdiri di atas tanah seluas 5.780 meter persegi dengan luas bangunan sebesar 3.280 meter persegi yang dilengkapi dengan kantor sekretariat dan Tempat Pendidikan Al-Qur'an (TPA) untuk ajarkan mengaji kepada anak-anak serta selalu ramai diadakan acara kajian tiap minggunya.
Masjid tersebut terakhir direnovasi pada masa pemerintahan Gubernur Anies Baswedan pada tahun 2010 dengan adanya penambahan fasilitas seperti toilet dan tempat perluasan tempat parkir.
Bangunan Masjid Luar Batang pun cukup unik dengan perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa dengan perpaduan bentuk kubah setengah lingkaran dan limas segiempat berwarna merah.
Baca Juga: Keunikan Masjid Jami Al Baitul Amien Jember, Punya Ciri Khas Bangunan Unik Penuh Makna Filosofis
Terdapat 12 pilar yang berdiri kokoh dalam bangunan Masjid Luar Batang dan tetap dipertahankan sejak awal didirikan yang berada di ruang utama tempat sholat berjamaah.
Dalam ruang lain yang bersebelahan dengan tempat sholat, terdapat dua makam yang ditutupi tirai hijau, yakni pusara Habib Husein Alaydrus dan muridnya Habib Kadir. Ruangan ini sering dipadati banyak orang-orang sedang berdoa atau mengaji di sekitar makam.
Sekitar masjid juga terdapat menara tua yang tetap dipertahankan sejak awal berdirinya surau yang dahulu kerap digunakan Habib Husein Alaydrus untuk mengumandangkan adzan.
Hal lain yang tak kalah menarik perhatian pengunjung adalah gentong yang berisi air sumur yang dibagikan secara gratis dan dipercaya membawa manfaat bagi penunjung untuk menyembuhkan penyakit. Konon, air sumur dalam gentong tersebut akan memiliki rasa khas menyerupai air zam zam setiap pukul 12 malam.
Dengan sejarah dan keunikan Masjid Luar Batang ini menjadikannya destinasi wisata religi yang sering didatangi peziarah dari berbagai pelosok tanah air bahkan juga didatangi para peziarah dari luar negeri seperti dari Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura.
Keberadaan masjid yang kini termasuk salah satu cagar budaya DKI Jakarta sejak tahun 1999 ini tak hanya membawa berkah bagi para peziarah tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian warga sekitar yang berjualan di sekitarnya.
Masjid Luar Batang yang berada di Jalan Luar Batang No. 52, Penjaringan, Jakarta Utara ini dibuka untuk umum dan bagi para peziarah dapat berkunjung ke makam Habib Husein Alaydrus mulai pukul 03:30 hingga 21:00 WIB setiap harinya.***