jelajah

Padahal di Indonesia Tapi Pakai Bahasa Korea, Kok Bisa? Begini Asal Mula Suku Cia-Cia Gunakan Aksara Hangul

Rabu, 24 Juli 2024 | 14:00 WIB
Keunikan Suku Cia-Cia, di Indonesia tapi bahasanya Korea. (X/ @eviquantiqu)

SketsaNusantara.id - Indonesia, yang dikenal dengan semboyannya "Bhinneka Tunggal Ika," memiliki beragam budaya dan bahasa.

Namun, ada hal unik dari Suku Cia-Cia di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, yaitu mereka menggunakan huruf Hangul dari Korea untuk menuliskan bahasa daerah mereka.

Indonesia memiliki 715 bahasa daerah, menjadikannya negara dengan jumlah bahasa terbanyak kedua setelah Papua Nugini.

Baca Juga: 4 Fakta Suku Nyama Selam Pegayaman di Bali yang Punya Sistem Penamaan Unik, Warganya Banyak yang Bernama Ketut?

Meskipun banyak bahasa daerah, hanya 12 aksara daerah yang dikenal.

Suku Cia-Cia yang memiliki sekitar 80.000 penutur tidak memiliki aksara khusus, sehingga mereka memilih Hangul untuk menulis bahasa mereka, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Korea Reomit.

Ide menggunakan Hangul dimulai pada tahun 2008 ketika suku Cia-Cia menyadari pentingnya sistem penulisan untuk melestarikan bahasa mereka.

Setelah mempertimbangkan aksara Arab, mereka memilih Hangul karena lebih cocok untuk merepresentasikan bunyi bahasa mereka.

Pada tahun 2009, Hangul mulai diperkenalkan dengan dukungan dari Korea, dan dua guru dari Baubau diundang ke Korea untuk belajar.

Baca Juga: Mengenal Suku Nyama Selam di Bali yang Berdarah Majapahit, Mataram hingga Bugis, Punya Sistem Penamaan Unik!

Salah satu guru, Abidin, berhasil menyelesaikan pelatihan dan menerbitkan buku pelajaran pertama dalam bahasa Cia-Cia yang menggunakan Hangul.

Pengenalan Hangul di SD Karya Baru Sorawolio Baubau dimulai pada 22 Juli 2009, dan papan jalan di kota ini kini ditulis dalam dua alfabet: Latin dan Hangul.

Namun, Hangul belum diakui secara resmi oleh pemerintah Indonesia sebagai sistem penulisan resmi untuk bahasa Cia-Cia.

Meskipun belum resmi, penggunaan Hangul telah mendatangkan manfaat bagi Baubau, termasuk menarik wisatawan.

Halaman:

Tags

Terkini