Namun, pada tahun 2000 makam Syekh Ahmad Kholil Tuban telah ditemukan kembali yang sebelumnya rata dengan tanah oleh Mbah Nawawi.
Singkat cerita, Syekh Ahmad Kholil Tuban merupakan ulama yang berdakwah menyebarkan agama Islam di Jawa.
Baca Juga: Makam Astana Srandil, Situs Wisata Religi Makam Islam Nusantara di Ponorogo Provinsi Jawa Timur
Bukan asli orang Jawa atau Tuban, ternyata Syekh Ahmad Kholil Tuban merupakan pendatang dari Timur Tengah.
Masyarakat setempat menurutkan berdasarkan kisah sejarah Syekh Ahmad Kholil, ulama timur tengah ini tiba di Tuban pada tahun 743 Masehi, sekitar abad VIII.
Saat menetap di Tuban, khususnya di Desa Rawasan, Syekh Ahmad Kholil tidak langsung melakukan dakwah secara terang-terangan.
Baca Juga: Makam Belanda Cantik Sejak Tahun 1800an di Surabaya, Bak Pemakaman Eropa dengan Nisan yang Unik
Setelah 2 tahun menetap, Syekh Ahmad Kholil barulah mendirikan sebuah padepokan yang konon sebagai tempat untuk berdakwah.
Jauh sebelum berani berdakwah kepada masyarakat, Syekh Ahmad Kholil Tuban bertapa selama 25 tahun di pegunungan Geger Madura.
Hingga akhirnya, Syekh Ahmad Kholil memberanikan diri untuk menyebarkan Islam secara terang-terangan sampai ada masyarakat yang memluk Islam.
Baca Juga: Makam Belanda Cantik Sejak Tahun 1800an di Surabaya, Bak Pemakaman Eropa dengan Nisan yang Unik
Bukan orang sembarangan, ternyata di makam Syekh Ahmad Kholil yang dianggap keramat itu juga punya cerita unik.
Di sebelah kompleks makam Syekh Ahmad Kholil Tuban terdapat sebuah sumur yang konon kata warga sekitar airnya tetap.
Pada saat banjur atau musim kemarau air sumur tersebut tetap pada volumenya.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Terakhir Raden Tumenggung Hirosroyo, Dikenal Sebagai Makam Bersejarah di Nganjuk