SketsaNusantara.id - Diantara deretan pahlawan nasional, ada salah satu pahlawan yang berasal dari Sumatera Utara.
Dia adalah Kyai Zainul Arifin Pohan, seorang tokoh NU yang memiliki peranan penting dalam perjalanan kemerdekaan RI.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Historia Biography, Kyai Zainul Arifin merupakan tokoh Islam yang lahir pada tanggal 2 September 1909, di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Kyai Zainul Arifin anak keturunan Raja Barus. Beliau meninggal pada 2 Maret 1963 di Jakarta, di usia yang relatif masih muda. Sementara makamnya kini berada Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPN) Kalibata, Jakarta.
Kyai Zainul Arifin merupakan tokoh politik Nahdatul Ulama (NU) yang pernah menjadi ketua DPR-GR di era demokrasi terpimpin Soekarno.
Ia awalnya merupakan Ketua NU cabang Jatinegara yang pernah menjadi anggota GP Ansor dan menjadi panglima Hisbullah Masyumi dari golongan NU.
Ia sudah terlibat politik pada masa pergerakan nasional dimana pada masa penjajahan Jepang ia menjadi Kepala Badan Umum dari Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).
Kyai Zainul Arifin kemudian menjadi bagian dari pembentukan semi militer Hisbullah. Di mana melalui Hisbullah ia menentang pelibatan Masyumi dalam Romusha dan juga terlibat dalam pertempuran-pertempuran dengan Belanda dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ia kemudian membentuk model kepengurusan tonarigumi yang merupakan cikal bakal Rukun Tetangga yang berawal dari kawasan Jatinegara kemudian merambah ke pelosok-pelosok desa di Pulau Jawa.
Pada masa pendudukan Jepang ia kemudian membentuk Hisbullah atau tentara Allah di mana ia menjadi panglima di organisasi itu.
Kyai Zainul Arifin bertugas mengkoordinasi pelatihan-pelatihan semi militer di Cibarusah, Bekasi, dekat Bogor.
Sebagai pejuang ia juga aktif sebagai anggota KNIP dan kemudian dipilih menjadi anggota badan pekerja KNIL.