Menariknya, lakon yang sering dipentaskan banyak diambil dari serat Damarwulan, seperti Cinde Laras, Minak Jinggo mati, Damarwulan Ngenger dan lainnya.
Padahal, serat Damarwulan dianggap sebagai penghinaan atas masyarakat Banyuwangi.
Karena sering mementaskan lakon dari serat Damarwulan, Janger Banyuwangi juga kerap disebut Damarwulan hingga Jinggoan.
Kesenian ini juga tersebar dan berkembang di daerah sekitar Banyuwangi seperti Situbondo, Jember dan Malang.
Namun yang masih bertahan dalam jumlah banyak ada di Banyuwangi.
Sekitar 75 kelompok Janger Banyuwangi masih berdiri hingga saat ini.***