SketsaNusantara.id - Cerita melegenda tentang Ken Arok dan Ken Dedes yang merupakan raja dan permaisuri Kerajaan Singasari begitu melekat di hati masyarakat Jawa.
Ken Arok dikenal juga sebagai Ken Angrok, diceritakan sebagai sosok raja paling pertama yang memerintah Kerajaan Singasari atau Kerajaan Tumapel.
Gelar yang dimiliki Ken Arok selama menjabat sebagai raja adalah Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi.
Baca Juga: Siapa Guru Ken Arok? Seorang Brahmana Asal India yang Datang ke Tanah Jawa
Sejarah mengatakan masa pemerintahan Ken Arok hanya berlangsung secara singkat yakni sekitar 5 tahun.
Masa kepemerintahan Ken Arok sebagai raja Kerajaan Singasari yang singkat itu diketahui karena ia tewas dibunuh pada 1227 Masehi, sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari laman dapobas.kemdikbud.go.id.
Kisah sejarah tentang Ken Arok, raja Singasari pertama memang penuh akan aksi, petualangan, dan pengkhianatan.
Baca Juga: Dari Madura ke Nusantara: Jejak Murid Syekh Kholil Bangkalan Jadi Cikal Bakal NU dan Muhammadiyah
Lantas, dimanakah makam Ken Arok, raja pertama Kerajaan Singasari yang tewas dibunuh tersebut?
Puluhan atau mungkin ratusan tahun para ahli sejarah mencari letak pasti makam Ken Arok. Namun hingga saat ini belum juga ditemukan.
Berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id, dikatakan posisi makam Ken Arok berada di sisi timur Patung Dwarapala (patung buto) yang berada di Jalan Kertanegara Barat, RT 1/RW 6, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari.
Disebutkan bahwa salah seorang warga bernama Tuti dirasuki oleh Eyang Djunggo yang mengaku sebagai orang yang babat krawang Singosari.