5. Kyai Nur Hasan
Kyai Nur Hasan adalah guru Syekh Kholil Bangkalan di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan.
Pesantren ini merupakan salah satu yang tertua di Indonesia dengan reputasi tinggi dalam bidang pendidikan agama.
Di sini, Kholil muda mempelajari berbagai ilmu agama dan menunjukkan ketekunan luar biasa, bahkan merasa kehilangan ketika hari libur tiba.
Kyai Nur Hasan memberikan kontribusi besar dalam pengembangan keilmuan Kholil.
6. Syekh Nawawi al-Bantani
Syekh Nawawi al-Bantani adalah ulama besar yang mengajar Syekh Kholil Bangkalan selama masa studinya di Makkah.
Syekh Nawawi terkenal dengan keahliannya dalam ilmu fiqih dan tafsir, serta karya-karyanya yang mendalam dan berpengaruh.
Bimbingan Syekh Nawawi membantu Kholil memperluas pengetahuannya dan memperdalam pemahaman agamanya selama berada di Tanah Suci.
7. Syekh Ahmad bin Zaini Dahlan
Syekh Ahmad bin Zaini Dahlan, ulama besar lainnya di Makkah, dikenal sebagai mufti Makkah dan seorang ulama terkemuka dalam berbagai disiplin ilmu agama.
Di bawah bimbingan Syekh Ahmad, Syekh Kholil Bangkalan mempelajari lebih dalam tentang tafsir, hadits, dan berbagai cabang ilmu Islam lainnya.
Pembelajaran dari Syekh Ahmad memperkaya wawasan keilmuan Kholil dan memperkuat landasan spiritualnya.
Warisan keilmuan dan spiritualitas Syekh Kholil Bangkalan, dibentuk oleh para guru terkemuka ini, terus hidup dan menjadi teladan bagi banyak ulama dan santri di Indonesia.