Bahkan arca terbesar di candi Minak Jinggo yang menyerupai burung dengan tampilan mengerikan disebut-sebut sebagai gambaran Minak Jinggo.
Walau begitu, sosok Minak Jinggo sendiri di mata akademisi dianggap sebatas mitos.
Menurut arkeolog Ismail Lutfi, dalam wawancara yang dikutip dari channel YouTube Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, berdasarkan terjemahan per kata, Minak Jinggo memiliki arti bangsawan merah, yang menggambarkan tentang penguasa yang bengis.
Oleh masyarakat sekitar, Minak Jinggo dikaitkan dengan raja dari Blambangan.
Namun rupaya, arca Minak Jinggo bukan menggambarkan sosok raja.
Arca tersebut adalah penggambaran wilmana, kendaraan perang para dewa.***