jelajah

Mengenal Masjid Sulthonain, Masjid Bersama Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta

Jumat, 19 Juli 2024 | 12:45 WIB
Masjid Shultonain merupakan masjid bersama Keraton Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta (Instagram @masjid sulthonain)

SketsaNusantara.id - Mengenal dekat salah satu cagar budaya Nusantara yang merupakan milik dua keraton ternama yakni Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Cagar budaya milik Keraton Yogyakarta dan Surakarta yakni berupa masjid bersama yang diberikan nama Masjid Sulthonain.

Masjid Sulthonain awalnya memiliki nama Masjid Nitikan yang dibangun dengan sangat megah dan kokoh di atas tanah seluas 2.869 m².

Baca Juga: Presiden Indonesia Harus Orang Jawa? Benarkah Tidak Akan Berhasil Jika Dipimpin Etnis Lain?

Nama masjid Nitikan juga sejalan dengan nama lokasi berdirinya yakni berada di kampung Nitikan, Kalurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dikutip SketsaNusantara.id dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, Masjid Sulthonain didirikan atas kerja sama Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Didirikannya masjid Sulthonain lantaran di belakangnya terdapat makam keluarga Mataram, yakni makam Ratu Paku Buwana I yang menurunkan raja-raja Keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Baca Juga: Mengenal Makna Filosofi Soto Kudus Sebagai Kuliner Khas Kota Kudus, Kaitannya dengan Penggunaan Daging Kerbau?

Setelah Perjanjian Giyanti pada 1755, seluruh aset dan kekayaan Mataram dibagi menjadi dua, termasuk masjid Shultonain.

Berdasarkan perjanjian tersebut Masjid Sulthonain dibagi menjadi dua bagian, sebelah utara menjadi kekuasaan Kasunanan Surakarta yang dicirikan dengan warna abu-abu pada lantai dan warna biru mudah di bagian tembok.

Lalu, bagian selatan menjadi kekuasaan Kasultanan Yogyakarta yang ditandai dengan warna merah dibagian lantai dan putih dibagikan tembok.

Baca Juga: Lokasi Masjid Gedhe Mataram Yogyakarta, Peninggalan Kerajaan Mataram Islam Tertua dengan Berbagai Pesona Budayanya

Dibagian makam juga dilakukan pembagian serupa seperti bagian barat masjid milik Kasunanan Surakarta dan sebelah timur milik Kasultanan Yogyakarta.

Menurut informasi, Masjid Sulthonain telah mengalami beberapa renovasi, dan renovasi pertamanya dilaksanakan pada masa pemerintahan Sunan Paku Buwana IX (1861-1893).

Halaman:

Tags

Terkini