SketsaNusantara.id - Di Pulau Bali, khususnya di Kabupaten Badung, terdapat sebuah makam keramat yang dikenal sebagai tempat peristirahatan salah satu Wali Pitu, Pangeran Mas Sepuh.
Makam ini, yang terletak di Pantai Seseh, dijaga bukan oleh seorang ustadz atau kyai, melainkan oleh seorang penjaga istana yang setia.
Melansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube RADION ISTANA 95 FM OFFICIAL, Pangeran Mas Sepuh, yang nama aslinya adalah Raden Amangkuningrat.
Baca Juga: The Kwan Lie Penyebar Agama Islam di Bali: Ternyata Murid dari Wali Songo Sunan Gunung Jati Cirebon
Ia merupakan putra dari Raja Mengwi I yang beragama Hindu dan ibunya seorang muslimah dari Blambangan, Banyuwangi.
Sejak kecil, ia tinggal bersama ibunya di Blambangan setelah berpisah dari ayahnya.
Ketika dewasa, Pangeran Mas Sepuh ingin mencari ayahnya dan akhirnya diberi izin oleh ibunya untuk pergi ke Bali dengan membawa keris pusaka sebagai bekal.
Sesampainya di Bali, Pangeran Mas Sepuh mengalami kesalahpahaman dengan keluarganya yang dipicu oleh kecemburuan internal.
Setelah itu, dalam perjalanan pulang ke Blambangan, ia diserang oleh sekelompok orang bersenjata di Pantai Seseh.
Namun, dengan kesaktian keris pusaka, ia mampu mengalahkan para penyerangnya yang ternyata masih ada hubungan keluarga.
Selain dikenal sebagai penyebar agama Islam, Pangeran Mas Sepuh juga memiliki karomah, seperti kemampuan berjalan di atas air dan menyembuhkan berbagai penyakit.
Kisah kesaktiannya ini membuatnya dihormati oleh banyak orang, termasuk oleh para prajurit kerajaan Mengwi.
Salah satu momen yang membuatnya terkenal adalah ketika ia berjalan di atas danau di Taman Ayun, Mengwi.