Dalam cerita Arya Penangsang, dikisahkan bahwa tombak Kyai Pleret yang dipakai oleh Sutawijayaa mengenai lambung Arya Penangsang yang menyebabkan ususnya terburai.
Melihat kondisinya tersebut, Arya Penangsang mengambil buraian ususnya dan menyangkutkan pada sarung atau hulu keris yang terselip di pinggangnya.
Setelahnya, ia kembali melanjutkan pertempuran. Saat sang lawan, Sutawijaya tersedak hebat, Arya Penangsang memanfaatkan momen tersebut untuk menuntaskan perang tanding.
Ia mencabut keris setan kober yang dibawanya dari dalam rangka yang menghunus.
Namun tanpa disadarinya, mata keris Setan Gober langsung memotong ususnya yang disangkutkan dibagian rangkanya. Nyawa Arya Penangsang tak bisa diselamatkan lagi, ia tewas seketika.
Kematian Arya Penangsang Berkaitan Erat dengan Desain Busana Pengantin Pria
Konon kisah kematian Arya Penangsang ini melahirkan tradisi baru dalam seni pakaian Jawa, khususnya busana pengantin pria.
Pangkal keris yang ada pada busanga pengantin pria kerap kali dihiasi dengan bunga mawar dan bunga melati yang menjuntai.
Hiasan keris tersebut merupakan suatu lambang sebagai bentuk pengingat agar pengantin pria tidak berwatak pemarah dan ingin menang sendiri atau egois seperi watak Arya Penangsang yang akhirnya merugikan dirinya sendiri.
Hingga kini kebiasaan tersebut masih sering digunakan dalam acara pernikahan adat Jawa.***