Beberapa tradisi yang ditinggalkan Arya Penangsang di antaranya setiap ada hajatan, ia selalu mengajarkan dengan ritual tolak balak, tabur bunga, menebar beras kunyit serta memohon doa kepada Tuhan yang Maha Kuasa untuk para arwah leluhur.
Arya Penangsang juga mengajarkan anjuran bersedekah sesuai dengan kemampuannya.
Kompleks pemakaman Arya Penangsang ini terletak di Desa Indralaya, Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Jaraknya sekitar 1 jam dari Palembang.
Diceritakan bahwa area makam kini sudah banyak yang dijadikan rumah-rumah penduduk. Konon masyarakat yang mendirikan rumah di sekitaran makam selalu mengalami hal tidak baik, di antaranya sang pemilik rumah akan berpenyakitan, gila, bahkan ada yang meninggal secara tragis.
Kendati begitu hingga kini masih banyak peziarah yang sengaja datang ke makam Arya Penangsang.
Para peziarah tersebut percaya dengan berdoa di makam Arya Penangsang ia akan diberi keselamatan oleh Tuhan hingga dilancarkan rezekinya.
Area pemakaman Arya penangsang ini merupakan pemakaman keluarganya yang bergelar Raden Kuning.
Adapun yang dimakamkan di pemakaman ini yaitu Arya Penangsang, istrinya yang bernama Siti Badriah serta anaknya yang hingga kini belum diketahui namanya.
Kisah Arya Penangsang dan Keris Setan Kober
Arya Penangsang meninggalkan beberapa benda peninggalan, salah satunya keris setan kober.
Keris setan kober merupakan benda pusaka yang dibuat pada jaman Mataram Kuno.
Keris ini merupakan keris sakti mandraguna yang merupakan sebilah keris pusaka dengan jumlah luk 13 yang diciptakan oleh Mpu Bayu Aji pada zaman kerajaan Pejajaran.
Konon keris setan kober ini pernah jatuh ke tangan Arya Penangsang. Namun keris ini nantinya akan membunuh sang empunya.