SketsaNusantara.id - Kabupaten Ponorogo terkenal denhan kesenian Reog Ponorogo yang mana hal ini tidak lepas dari sosok Eyang Bathara Katong.
Batharo Katong adalah pendiri dari Kadipaten Ponorogo sekaligus pelopor penyebaran ajaran Islam di Ponorogo.
Bathara Katong memiliki nama asli Lembu Kanigoro putra Prabu Brawijaya V dari selir Putri Campa yang beragama Islam yang terkenal memiliki berbagai kesaktian dan menjadi legenda di wilayah Jawa khususnya di Ponorogo.
Bathara Katong atau Lembu Kanigoro pernah berguru dibawah bimbingan Wali Songo di Demak untuk memperdalam agama.
Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari Youtube Taje TV, inilah lokasi makam Bathara Katong yang selalu ramai peziarah dari berbagai daerah.
Lokasi makam Bathara Katong berada di Desa Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur yang mana lokasi ini tak pernah sepi peziarah.
Mitos makam Bathara Katong bila memiliki hajat berkah dari Bathara Katong maka harus berjalan mengelilingi gapura sebanyak 7 kali supaya hajatnya terkabul dan larangan membawa bunga ziarah berdaun pandan wangi.
Semasa hidupnya Eyang Bathara Katong dikenal sebagai sosok sakti mandraguna salah satu kisah yang jadi legenda adalah pertempuran melawan Ki Ageng Kutu.
Ki Ageng Kutu adalah seorang yang menciptakan sebuah Seni Barongan yang disebut Reog yang menjadi artikulasi kritik simbolik Ki Ageng Kutu terhadap Raja Majapahit.
Seorang demang dari daerah Ponorogo yang terkenal sebagai orang paling sakti, diceritakan bila pada saat itu Ki Ageng Kitu tidak bisa menerima ajaran Islam yang dibawa oleh Eyang Bathara Katong.
Kemudian terjadilah perselisihan dan pertempuran untuk mengadu kekuatan mempertahankan wilayah Ponorogo, setelah pertempuran Bathara Katong dinobatkan sebagai Adipati pertama Ponorogo pada 1496 M.
Pertikaian ini terjadi di atas dua buah batu gilang ukiran tahun terjadinya peristiwa, yang kemudian batu ini tepat berada di depan gapura ke lima makam Bathara Katong.