jelajah

Isi Surat Raja Sriwijaya Sri Indrawarman untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz, jadi Bukti Islamisasi Nusantara?

Rabu, 17 Juli 2024 | 20:00 WIB
Ilustrasi surat Sri Indrawarman untuk khalifah Umar bin Abdul Aziz. (Pixabay.com/jarmoluk)

"Dari Maharaja diraja yang keturunan 1000 raja, yang permaisurinya yang juga keturunan 1000 raja, yang wilayah kekuasaannya terdiri atas 1000 pulau yang tiap pulaunya ada 1000 gunung,"

Baca Juga: Siapa Sosok Saridin atau Syekh Jangkung? Mengenal Tokoh Penting dalam Penyebaran Islam di Jawa Sekaligus Putra Sunan Muria

"yang tiap gunungnya mengalirkan 1000 sungai, yang dikandangnya ada 1000 gajah perang, yang armada perangnya terdiri atas 1000 kapal perang," ujar Ustadz Salim A. Fillah.

Pembuka surat yang ditulis Sri Indrawarman itu menunjukkan bahwa pada saat itu dirinyalah sang maharaja yang mengirimkan surat.

"Kepada Raja Arab yang tidak menyembah dewa-dewa selain 1 Tuhan saja, aku kirimkan kepadamu beberapa hadiah sebagai tanda persahabatan di antara kita."

Baca Juga: Punya Keturunan dari Bangsa Jin, Kesaktian Prabu Siliwangi Kerajaan Pajajaran Tidak Main-Main

"Maka kirimkanlah untukku seseorang yang bisa mengajarkan agamamu kepadaku," ujar Ustadz Salim A Fillah menjabarkan isi surat Sri Indrawarman untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Dalam surat tersebut Raja Sriwijaya menuliskan permintaan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz untuk mengirimkan seseorang yang memahami agama Islam.

Lantas apa balasan khalifah Umar bin Abdul Aziz untuk Raja Sriwijaya Sri Indrawarman?

Baca Juga: Ada 7 Kesaktian Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran yang Sangat Ditakuti dan Tidak Tertandingi Kerajaan Lain

Sang khalifah mengirimkan seorang mualim yang menjadi awal mula masuknya Islam ke nusantara untuk menemui Sri Indrawarman.

"Mengirimkan seorang mualim disertai 2 sahaya jariyah perempuan, 1 berkulit putih, 1 berkulit hitam," ujar Ustadz Salim A. Fillah.

Sejak saat itu Sri Indrawarman dikisahkan mempelajari dan memeluk agama Islam dan menjadi seorang muslim.

Baca Juga: Apa Perbedaan Serabi Solo dan Bandung? Mengenal Kue Manis Tradisional Indonesia yang Populer di Jawa

Namun, karena Kerajaan Sriwijaya dikudeta oleh dinasti Syailendra, maka penyebaran agama Islam saat itu sempat padam.

Halaman:

Tags

Terkini