SketsaNusantara.id - Asal usul mengenai siapa sebenarnya Ki Ageng Balak ternyata memiliki banyak versi.
Versi yang pertama menyebutkan bahwa Ki Ageng Balak adalah seorang Pangeran dari Kerajaan Majapahit, sedangkan versi lainnya mengatakan pendiri dari Desa Merten yang merupakan tempat makam Ki Ageng Balak berada.
Versi yang paling populer menyebutkan bahwa Ki Ageng Balak adalah Raden Sudjono dan ia adalah putra keturunan dari Prabu Brawijaya V, raja Kerajaan Majapahit.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal youtube @Jejak Sejarah, Raden Sudjono menjabat sebagai Pradot Agung (Hakim) dan ia harus menjalankan tugasnya untuk menegakan hukum dan aturan di Kerajaan Majapahit.
Tetapi, lambat laun Raden Sudjono ini memilih pergi meninggalkan Kerajaan tanpa sepengetahuan siapapun alias diam-diam.
Hal tersebut dilakukan olehnya karena sang Ayah yakni Prabu Brawijaya V memaksanya untuk segera menikah.
Selama dalam masa perjalanan setelah ia kabur dari Majapahit, Raden Sudjono dicegat oleh 2 orang begal atau perampok yang bernama Simbarjo dan Simbarjoyo.
Simbarjo dan Simbarjoyo berhasil dikalahkan oleh Raden Sudjono yang akhirnya memunculkan kesepakatan diantara mereka bertiga bahwa dua orang begal itu menjadi abdi dalemnya.
Keadaan Kerajaan Majapahit seusai ditinggal Raden Sudjono diceritakan mulai mengalami banyak perubahan, terutama berbagai musibah (pageblug) yang melanda.
Prabu Brawijaya pun berdoa kepada Sang Hyang Widhi untuk meminta pertolongan karena kondisi kerajaan yang makin memprihatinkan dan diberi petunjuk bahwa hanya Raden Sudjono yang bisa mengatasi semua masalah tersebut.
Raja Majapahit itu segera menyuruh prajuritnya untuk mencari dan membawa kembali Raden Sudjono, namun setelah ditemukan, pangeran itu menolak pulang dan memberikan saran dan prasarana saja kepada sang Ayah.
Setelah diberi saran oleh Raden Sudjono, keadaan Kerajaan Majapahit kembali pulih dari musibah yang sempat melanda dan semuanya bisa tenang seperti sedia kala.